Terima kasih supportnya!

Halo semuanya, Andirdor di mari. Terima kasih buat teman-teman yang sudah subscribe di YouTube dan udah ngikutin series #BicaraBikeBike.

Jadi ada satu rahasia kenapa sekarang gue bisa lebih konsisten dalam membuat konten, yak betul, sejak mulainya Series Bicara Bike Bike ada satu tim orang hebat yang ngebantu gue dalam produksi konten. Jadi gue bisa lebih fokus ide dan ngumpulin nara sumbernya. Sementara Production dan postpro dibantuin sama tim management.

Terima kasih lagi yang sudah subscribe, like, comment dan lainnya. Ada yang nanya, gimana caranya bisa support lebih lanjut, gue sekarang ikutan di platform saweria, di mana siapapun bisa nyawer. Berapapun asal ikhlas gue terima, karena ini buat rame-rame juga. Kalo bisa gue shoutout sekalian. Any support, thank you. Tap aja gambarnya.

Saweria.co/andiraa

Bicara Bike Bike: The YouTube Series

Sudah terlalu lama gue kepingin aktif lagi di dunia perkontenan YouTube. Terakhir kali aktif upload adalah di tahun 2016 ketika gue sekeluarga tinggal di Seoul selama sebulan penuh.

Dari awal gue bikin konten di YouTube ada satu tema yang kepingin banget gue angkat tapi belum pernah kesampaian, yaitu ngomongin salah satu passion gue, Sepeda.

Belakangan ini sepeda lagi booming lagi. Terakhir kali booming adalah di tahun 2010 dengan seli dan fixed gear. Kali ini jauh lebih besar lagi.

Kali ini gue ingin mengangkat tema sepeda ke dalam YouTube, dengan sebuah series berjudul Bicara Bike Bike.

Bicara Bike Bike adalah series tentang sepeda. Tapi bukan tentang sepedanya, lebih ke pesepeda dan sepeda’annya.

Sebisa mungkin menghindari obrolan tentang harga sepeda, tapi lebih mengulik cerita tentang seseorang di dunia sepeda, dengan sepedanya.

Tonton episode 00 nya di bawah ini. Jangan lupa subscribe yaw!

Ngikut-ngikutin James Corden?

Video di atas adalah salah satu video yang sukses dalam ukuran YouTube channel gue. Ngeditnya 6 jam lebih, pertama kali gue bikin pake teaser segala. Ini cerita dibalik episode tersebut.

Udah lama banget kepingin bikin episode dalam mobil, kendalanya di produksi:
1. Dulu kamera cuma punya satu
2. Kalo pun ada banyak, gak bisa mounting kamera ke jendela
3. Kalo pun kamera banyak, pencahayaan di dalem mobil kurang bagus (kecuali baris depan)
4. Kalo pun cahaya bagus, audionya gak rata (karena audio ngambil dari kamera)

Kemudian tambah patah hati ketika ngeliat Carpool Karaokenya James Corden, karena apa? Karena produksinya proper banget.

Ah ikut2an Carpool Karaoke!

Semua yang bikin konten di dalem mobil, pasti akan dibilang gitu. Begitulah biasanya komentar orang-orang yang kurang piknik (atau bisanya nyinyir doang, gak bisa bikin), walaupun konten yang plek ketiplek niru James Corden itu ada (nah kalo yang satu ini sih gue cuma bisa ketawa). Sejak carpool karaoke, banyak banget konten di dalem mobil yang bermunculan. Walaupun kalo di Jakarta, yang bikin vlog di dalem mobil, yang pertama gue tau itu @shanibudi, namanya VLOBIL (vlog di mobil).

Konsep dan Ide boleh sama, tapi eksekusi dan passion akan membuatnya berbeda

Camkan, Carpool Karaoke itu bukan yang pertama pake shooting dalam mobil, tapi dia yang tersukses saat ini. Ini balik lagi ke “when you want to do it, just do it”. Ketika kita ada ide, gak usah khawatir dicolong, karena pada akhirnya eksekusinya pasti berbeda. Dalam hal ini, KARKUSTIK.

Idenya adalah, Akustikan di dalem mobil.

Itulah Karkustik. Car dan Akustik. Terima kasih MINI Indonesia, akhirnya gue kesampean bikin Karkustik. Sesuai dengan rencana awal, gue mau ngajak Gofar Hilman, temen siaran (mantan partner siaran tepatnya), dan tamu yang paling santai kalo diajak, Anugrah Aditya. Alasannya? Satu orang, gitar, dan bisa ngomongin sneakers juga.

Terus terang target gue cuma 5000 views (cukup ambisius untuk content creator ber-subscribers sedikit kayak gue). Eh hari ini, 14 Juli 2016, semingguan lebih setelah video di-published, melewati 10K. Gue jadi berpikir, dari komponen di bawah, kalo sesuai urutan, faktor apa yang bikin video ini “lebih baik” dari video lainnya?

– Musik Akustiknya?
– MINI Cooper-nya?
– Gofar-nya?
– Gue-nya?
– Produksinya yang niat?
– Cross posting socmed?
– Trailernya?
– atau apa?

Comment boleh banget, share videonya kalo emang suka, siapa tau ada yang mau sponsorin untuk lanjut? Gimana, video ini termasuk “ikut2an” James Corder Carpool Karaoke gak?

Daripada ngebahas siapa  yang lebih duluan atau siapa yang lebih bagus, mendingan pergi berkarya

Terima Kasih Gofar

Seminggu lebih, gak upload video karena komputer hardisknya lagi error, ada kemungkinan data 850GB hilang semua (amit-amit mudah2an gak kejadian). 850GB cuy, kerjaan, foto liburan, video liburan dalam 4 tahun terakhir semuanya ada di situ. Ada sih beberapa yang udah di-backup di tempat lain.

Seminggu lebih, pensiun dari Good Morning Hardrockers Show di Hardrock FM. Ini yang paling berasa. Apalagi dibikinin video sama Gofar “pergijauh” Hilman, yang adalah partner siaran terbaik sejauh ini. Ya, gue masih berhutang untuk bercerita apa yang terjadi sama GMHR, dan hidup gue setelah siaran di GMHR.

Sementara nunggu komputer selesai, mari saksikan video persembahan adek Gofar, dari Desa Nanggewer (tempat nyokapnya).

YouTube FanFest 2015, Singapore

Yea! Got myself invited to go and see HP YouTube FanFest 2015 in Singapore, or at least some part of it. Barengan Ario Pratomo aka. @sheggario, kami berdua pergi ke Singapura di bulan Mei akhir kemarin (tidak tidur satu kamar, obviously). Selama ini Ario udah ngebantuin gue mengisi content di saveastv dengan program HelpDesk khas dia. Sebagai penikmat YouTube, bisa dibilang gue udah tumbuh ke tahap berikutnya, yang selama ini gue banggakan, yaitu content provider. Haruskah gue bangga, ketika gue sampe ke YouTube FanFest 2015? Justru kebalikannya, gue menciut.

Read More