Confession of A So-Called-Vlogger

We all make some lame excuses in our life. This is my turn.

November 2016, akan menandakan setahun gue sudah “nyemplung” serius di dunia personal video-an ini. Sebelumnya memang sudah ada video tentang tugas sekolah, dan tentang kelahiran Isla, tapi kalo intens, ya sejak “vlogvember” tahun 2015.  Awalnya simpel, gue shoot apa yang terjadi hari itu, editing, langsung upload. Lama kelamaan, ke”be’eman” bertambah. Musiknya harus pas, nambahin timelapse/slowmotion, grading gambarnya makan waktu, belum lagi waktu itu sempet ngeluangin waktu untuk nambahin animasi. Rasanya, 4 jam editing, untuk daily vlog, sudah terlalu berlebihan. Belum lagi yang namanya “inconsistency”.

Inconsistency has always been my arch-enemy

Kadang gue posting 3 kali seminggu. Pernah juga sehari sekali. Pernah juga 1 bulan sekali. “Tidak konsisten” merupakah musuh besar gue udah lama. Tapi kali ini bukan itu masalahnya. Masalah kali ini cukup simpel. Masalah tersebut adalah penggabungan dari hal-hal di bawah ini:

  • Masih banyak footage Korea yang belom gue edit, karena
  • Alhamdulillah minggu lalu waktunya habis ngurusin konser Glenn Fredly (kerjaan), juga kerjaan lainnya
  • Dapet pinjeman PS4, jadi waktu editing, gue pake untuk maen PS4
  • Adek ipar gue baru saja melahirkan, dan gue punya keponakan baru!
  • Oper2an sakit tenggorokan dan flu di rumah (pernah ngerasain tiap kali batuk semua otot ketarik? nah that kind of sickness)
  • Ngurusin HelloFest dan Ideafest
  • Ngatur ulang strategi #andirdor, foto2 buat profil baru, dan juga save as tv bersama @shanibudi

Those are the (lame) excuses. Sebagian besar sudah lewat. Kalo sudah, mari kita upload-upload lagi. Jangan khawatir, gue belum berhenti bikin video, karena sejauh ini gue masih menggunakan video untuk menjadi media diary buat hidup gue, dan juga tempat mengasah kreativitas.

Emang bener kata almarhum bokap.

Ketika kamu ngerasa ribet, tulis aja apa yang bikin ribet. Insya Allah jadi gak terlalu ribet.

Pindah ke Seoul

Salah satu alasan yang bikin gue semakin yakin untuk ninggalin Hardrock FM adalah, tidak lain dan tidak bukan, menghabiskan waktu bersama keluarga. Bukan maksudnya selama ini masih kurang, tapi kali ini gue lebih mendengarkan kebutuhan keluarga, dan ternyata kebutuhan gue sendiri juga.

Tanpa bertele-tele, keluarga gue, The Pramantas, pindah ke Seoul.

Read More

Andirdor, Las Vegas dan CES 2016

Menutup 2015 dengan ikutan Astronaut Training Experience di NASA, Orlando menjadi satu highlight dalam hidup gue. Gak berenti di situ, Alhamdulillah, gue diijinkan untuk memulai 2016 dengan sesuatu yang gak kalah seru.

I started 2016 with a big bang!

Sebut saja @sheggario, yang me-refer nama gue dan Pandji ke Lenovo. Akhirnya gue berangkat dalam misi mencoret satu list dari bucket list, yaitu pergi ke salah satu pameran elektronik terbesar tahunan di dunia, Consumer Electronic Show 2016 di Las Vegas. Perjalanan yang cukup jauh, mengingat gue, Pandji, mas Eri (Lenovo), Erry (infokomputer), Kris (yangcanggih.com) dan Takai (kompas.com) harus terbang dari Jakarta – Abu Dhabi – New York – Las Vegas. Belum lagi rasa berat meninggalkan Deasy dan Isla yang lagi libur sekolah, ya untung banget punya keluarga yang justru mengijinkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Ya. Belakangan ini gue lebih banyak medokumentasikan banyak hal lewat video, lewat video blog. Karena merasa bukan penulis yang baik dan mudah dimengerti, akhirnya gue memilih jalan itu. Vegas trip ini terekam menjadi banyak bagian.

Banyak yang gue temukan di perjalanan kali ini. Dari perjalanan yang melelahkan tapi rewarding, bertemu dengan orang-orang keren dari Lenovo, melihat produk-produk yang menggiurkan dari Lenovo, juga dari exhibitor lainnya, nonton Cirque du Soleil, kedinginan di Las Vegas, melihat salju pertama kali secara langsung di Grand Canyon, sampe ketinggalan pesawat pulang ke Indonesia.

Great Company Culture = Good Products

Bikin produk canggih itu satu hal, tapi bikin produk super keren itu jauh lebih susah. Pengetahuan gue tentang Lenovo sangat minim, tapi di akhir trip ini gue mendapatkan fakta bahwa semua produk Lenovo itu hadir dari company culture yang keren. Setiap orang Lenovo yang gue temuin dan dengerin keynotenya, memiliki semangat yang sama. Creative, consumer driven, dan innovative. Tidak melupakan bahwa Lenovo ini adalah perusahaan yang mengakuisisi IBM dan Motorola (yang sekarang namanya tinggal Moto doang).

Ngeces di CES

Belum lagi fakta di mana gue mendapatkan kesempatan pertama megang-megangin product line Lenovo untuk 2016. Hampir semua produknya menggiurkan, bikin ngeces. Dari lini ThinkPad X1 (carbon, yoga, tablet, all-in-one desktop), Yoga 900S (liat watchband hinge nya yang keren banget), tablet lineupnya yang keceh (terutama tab 3 pro, yang ada build in projector-nya), telpon/tablet Phablet, Lenovo Vibe X3, Vibe S1, Moto360, Moto360 Sport, dan Moto X Force yang shattered proof. Ngeces ces ces.

Blog ini akan terus gue update perlahan dengan video dan foto-foto dari Vegas trip kemaren, tapi sebagian besar video bisa liat di ANDIRDOR VLOG.

(Foto dari Lenovo)

Jakarta, Teror, Hoax dan Polisi Ganteng

Jakarta, Kamis 14 Januari 2016. Jam 10.30 pagi, Jakarta kembali dibangunkan. 7 ledakan bom skala kecil dan aksi baku tembak terjadi persisi di depan gedung tempat gue bekerja. Korban berjatuhan, muncul kepanikan, dan rasa ketakutan yang meningkat. Ya tentu, gue berduka untuk mereka yang jatuh menjadi korban di pagi itu, rasa empati berlipat gak bisa gue sampaikan dengan kata-kata. Namun di balik semua itu, ada satu hal luar biasa yang gue rasakan baik di depan mata, ataupun di sosial media, entah karena sudah “terbiasa” diteror, atau tidak peduli, namun rasa takut yang dihasilkan kejadian pagi itu, tidak terlalu besar, dan tidak berlangsung lama.

Read More