All About Nusa V

Mari bicara tentang sebuah passionate project. Shani Budi, sahabat gue dalam produksi konten, punya passion yaitu komik. Dia adalah “ayah” dari Nusantaranger, sebuah komik lokal yang mengangkat budaya Indonesia, yang di-crossover dengan Super Sentai (inget Goggle V atau Power Ranger? Nah semacam itu). 

Karena satu dan lain hal, Nusantaranger harus disudahi. 

Take one step back, to move forward

Kurang lebih begitu yang dia harus lakukan untuk sesuatu yang baru dan untuk maju, yaitu Nusa V. Seperti apa cerita lengkapnya? Ada di podcast episode ini.

Confession of A So-Called-Vlogger

We all make some lame excuses in our life. This is my turn.

November 2016, akan menandakan setahun gue sudah “nyemplung” serius di dunia personal video-an ini. Sebelumnya memang sudah ada video tentang tugas sekolah, dan tentang kelahiran Isla, tapi kalo intens, ya sejak “vlogvember” tahun 2015.  Awalnya simpel, gue shoot apa yang terjadi hari itu, editing, langsung upload. Lama kelamaan, ke”be’eman” bertambah. Musiknya harus pas, nambahin timelapse/slowmotion, grading gambarnya makan waktu, belum lagi waktu itu sempet ngeluangin waktu untuk nambahin animasi. Rasanya, 4 jam editing, untuk daily vlog, sudah terlalu berlebihan. Belum lagi yang namanya “inconsistency”.

Inconsistency has always been my arch-enemy

Kadang gue posting 3 kali seminggu. Pernah juga sehari sekali. Pernah juga 1 bulan sekali. “Tidak konsisten” merupakah musuh besar gue udah lama. Tapi kali ini bukan itu masalahnya. Masalah kali ini cukup simpel. Masalah tersebut adalah penggabungan dari hal-hal di bawah ini:

  • Masih banyak footage Korea yang belom gue edit, karena
  • Alhamdulillah minggu lalu waktunya habis ngurusin konser Glenn Fredly (kerjaan), juga kerjaan lainnya
  • Dapet pinjeman PS4, jadi waktu editing, gue pake untuk maen PS4
  • Adek ipar gue baru saja melahirkan, dan gue punya keponakan baru!
  • Oper2an sakit tenggorokan dan flu di rumah (pernah ngerasain tiap kali batuk semua otot ketarik? nah that kind of sickness)
  • Ngurusin HelloFest dan Ideafest
  • Ngatur ulang strategi #andirdor, foto2 buat profil baru, dan juga save as tv bersama @shanibudi

Those are the (lame) excuses. Sebagian besar sudah lewat. Kalo sudah, mari kita upload-upload lagi. Jangan khawatir, gue belum berhenti bikin video, karena sejauh ini gue masih menggunakan video untuk menjadi media diary buat hidup gue, dan juga tempat mengasah kreativitas.

Emang bener kata almarhum bokap.

Ketika kamu ngerasa ribet, tulis aja apa yang bikin ribet. Insya Allah jadi gak terlalu ribet.

Ngikut-ngikutin James Corden?

Video di atas adalah salah satu video yang sukses dalam ukuran YouTube channel gue. Ngeditnya 6 jam lebih, pertama kali gue bikin pake teaser segala. Ini cerita dibalik episode tersebut.

Udah lama banget kepingin bikin episode dalam mobil, kendalanya di produksi:
1. Dulu kamera cuma punya satu
2. Kalo pun ada banyak, gak bisa mounting kamera ke jendela
3. Kalo pun kamera banyak, pencahayaan di dalem mobil kurang bagus (kecuali baris depan)
4. Kalo pun cahaya bagus, audionya gak rata (karena audio ngambil dari kamera)

Kemudian tambah patah hati ketika ngeliat Carpool Karaokenya James Corden, karena apa? Karena produksinya proper banget.

Ah ikut2an Carpool Karaoke!

Semua yang bikin konten di dalem mobil, pasti akan dibilang gitu. Begitulah biasanya komentar orang-orang yang kurang piknik (atau bisanya nyinyir doang, gak bisa bikin), walaupun konten yang plek ketiplek niru James Corden itu ada (nah kalo yang satu ini sih gue cuma bisa ketawa). Sejak carpool karaoke, banyak banget konten di dalem mobil yang bermunculan. Walaupun kalo di Jakarta, yang bikin vlog di dalem mobil, yang pertama gue tau itu @shanibudi, namanya VLOBIL (vlog di mobil).

Konsep dan Ide boleh sama, tapi eksekusi dan passion akan membuatnya berbeda

Camkan, Carpool Karaoke itu bukan yang pertama pake shooting dalam mobil, tapi dia yang tersukses saat ini. Ini balik lagi ke “when you want to do it, just do it”. Ketika kita ada ide, gak usah khawatir dicolong, karena pada akhirnya eksekusinya pasti berbeda. Dalam hal ini, KARKUSTIK.

Idenya adalah, Akustikan di dalem mobil.

Itulah Karkustik. Car dan Akustik. Terima kasih MINI Indonesia, akhirnya gue kesampean bikin Karkustik. Sesuai dengan rencana awal, gue mau ngajak Gofar Hilman, temen siaran (mantan partner siaran tepatnya), dan tamu yang paling santai kalo diajak, Anugrah Aditya. Alasannya? Satu orang, gitar, dan bisa ngomongin sneakers juga.

Terus terang target gue cuma 5000 views (cukup ambisius untuk content creator ber-subscribers sedikit kayak gue). Eh hari ini, 14 Juli 2016, semingguan lebih setelah video di-published, melewati 10K. Gue jadi berpikir, dari komponen di bawah, kalo sesuai urutan, faktor apa yang bikin video ini “lebih baik” dari video lainnya?

– Musik Akustiknya?
– MINI Cooper-nya?
– Gofar-nya?
– Gue-nya?
– Produksinya yang niat?
– Cross posting socmed?
– Trailernya?
– atau apa?

Comment boleh banget, share videonya kalo emang suka, siapa tau ada yang mau sponsorin untuk lanjut? Gimana, video ini termasuk “ikut2an” James Corder Carpool Karaoke gak?

Daripada ngebahas siapa  yang lebih duluan atau siapa yang lebih bagus, mendingan pergi berkarya

Jakarta, Teror, Hoax dan Polisi Ganteng

Jakarta, Kamis 14 Januari 2016. Jam 10.30 pagi, Jakarta kembali dibangunkan. 7 ledakan bom skala kecil dan aksi baku tembak terjadi persisi di depan gedung tempat gue bekerja. Korban berjatuhan, muncul kepanikan, dan rasa ketakutan yang meningkat. Ya tentu, gue berduka untuk mereka yang jatuh menjadi korban di pagi itu, rasa empati berlipat gak bisa gue sampaikan dengan kata-kata. Namun di balik semua itu, ada satu hal luar biasa yang gue rasakan baik di depan mata, ataupun di sosial media, entah karena sudah “terbiasa” diteror, atau tidak peduli, namun rasa takut yang dihasilkan kejadian pagi itu, tidak terlalu besar, dan tidak berlangsung lama.

Read More