Once you (online) shop, you can’t stop. Well I can’t.

Online shop, olshop, atau apapun itu mereka sebut. Udah jadi salah satu habit baru yang kekinian. Di Jakarta. menurut gue definisi Outcast itu udah berubah jadi, “orang yang belom pernah belanja online”. Setidaknya di sekeliling gue ya, pasti 9 di antara 10 udah pernah punya pengalaman belanja online, atau paling gak, dibantuin temen (yha, ngaku aja lo, gaptek, tapi ngaku’nya males).

“Gue udah add to cart, tinggal check out”

Salah satu kalimat yang paling tidak sebulan sekali gue ucapin ke Gofar atau Ditha (partner siaran dan produser program Good Morning Hardrockers Show). Beli kabel USB, tutup lensa, french press buat kopi, kaos, headphone, asesoris go pro (yang lebih banyak dikoleksi ketimbang dipake), dan puluhan barang random lainnya. Penting gak penting, tapi kalo gak checkout di online shop tiap bulannya kayak ada yang kurang. Sampe saatnya gue ngerasa bahwa gue mesti nyisihin gaji bulanan buat yang namanya “Tabungan Online Shop”.

Kesel gak dengernya, tabungan online shop. Tabungan buat belanja hal yang penting gak penting.  Gak papa, selama namanya “Tabungan” berarti itu adalah satu hal yang baik, iya gak sih? Iyain aja ya.

Satu hal yang nyusahin ketika belanja online dan gak punya kartu kredit atau mobile banking, adalah harus mampir ke atm untuk bayar transaksi. Lebih sulit lagi kalo di atm, gak ada saldonya!

Tiba-tiba gue inget. Gue punya tabungan itu gak cuma di bank konvensional, PayPal dan simpedes (yang tau kepanjangannya, elo tua!). Sebagai millenial-wannabe-turns-out-to-be-olschool-in-denial gue juga punya tabungan di beberapa tempat lainnya. Yang pertama “Rekening Ponsel”, sangat berguna ketika dompet lo ketinggalan. Karena belakangan ini pasti semuanya setuju dengan quote berikut

“Lebih baik ketinggalan dompet, daripada ketinggalan handphone”

Yang satu lagi adalah BukaDompet-nya Bukalapak.com. Ini fenomenal buat orang kayak gue. Tempat “ngumpetin” uang cara baru, apalagi kalo emang doyan belanja online. Semacam celengan, atau dompet d’oh, virtual. Cara transaksinya juga gampang, selama punya BCA, BRI, BNI, dan Mandiri. Siapapun bebas ngisi dan mencairkan saldo BukaDompet-nya.

Semoga BukaDompet, cara baru “ngumpetin” uang ini, gak disalah gunakan koruptor ya.

Its safely works in many ways.

  1. Mempercepat proses refund.
  2. Mempercepat transfer dana ke seller.
  3. Alternatif pembayaran lebih gampang, cepat, dan aman.

Ada yang pernah denger rekber? rekening bersama? nah seperti itu, tapi jauh lebih aman, karena ditanggung sama bukalapak.com bukan third-party. Jadi tenang sama transaksi, gak takut diboongin. Udah transfer, eh barangnya gak dikirim.

Pengalaman transaksi gue baru aja minggu kemaren, ketika lagi be’em (banyak mau), dan kepingin ngado’in ulang tahun diri sendiri. Karena gue lagi sering bikin video dan suka ngerekam audio, dan duit belum cukup buat beli Zoom H4N, apalagi Zoom H6. Akhirnya nemu Zoom iQ5. Professional Stereo Microphone buat device yang pake lightning port, dalma hal ini, buat iPhone 6 gue. Next time gue review barangnya. Tapi soal transaksi di Bukalapak.com dengan seller yang gue gak kenal? Gak takut. Karena ada jaminan BukaDompet, jadinya gue BODO AMAT! Klik beli. Kebetulan dapet early birthday present 500 ribu rupiah ada di rekening BukaDompet, akhirnya ya tinggal nambahin 600 ribu. Transfer sisanya di atm. kelar.

“Once you (online) shop, you can’t stop”

Gak nyampe seminggu, barangnya udah nyampe. Selamat ulang tahun Andira!

2 Comments

  1. bikin starap ah, kekepdompet.co.id

    btw, elo tinggal desa mana koq punya simpedes?
    *punyanya tabanas

  2. Bang, link nya ada yang jadi bukapalak tuhh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *