Ngikut-ngikutin James Corden?

Video di atas adalah salah satu video yang sukses dalam ukuran YouTube channel gue. Ngeditnya 6 jam lebih, pertama kali gue bikin pake teaser segala. Ini cerita dibalik episode tersebut.

Udah lama banget kepingin bikin episode dalam mobil, kendalanya di produksi:
1. Dulu kamera cuma punya satu
2. Kalo pun ada banyak, gak bisa mounting kamera ke jendela
3. Kalo pun kamera banyak, pencahayaan di dalem mobil kurang bagus (kecuali baris depan)
4. Kalo pun cahaya bagus, audionya gak rata (karena audio ngambil dari kamera)

Kemudian tambah patah hati ketika ngeliat Carpool Karaokenya James Corden, karena apa? Karena produksinya proper banget.

Ah ikut2an Carpool Karaoke!

Semua yang bikin konten di dalem mobil, pasti akan dibilang gitu. Begitulah biasanya komentar orang-orang yang kurang piknik (atau bisanya nyinyir doang, gak bisa bikin), walaupun konten yang plek ketiplek niru James Corden itu ada (nah kalo yang satu ini sih gue cuma bisa ketawa). Sejak carpool karaoke, banyak banget konten di dalem mobil yang bermunculan. Walaupun kalo di Jakarta, yang bikin vlog di dalem mobil, yang pertama gue tau itu @shanibudi, namanya VLOBIL (vlog di mobil).

Konsep dan Ide boleh sama, tapi eksekusi dan passion akan membuatnya berbeda

Camkan, Carpool Karaoke itu bukan yang pertama pake shooting dalam mobil, tapi dia yang tersukses saat ini. Ini balik lagi ke “when you want to do it, just do it”. Ketika kita ada ide, gak usah khawatir dicolong, karena pada akhirnya eksekusinya pasti berbeda. Dalam hal ini, KARKUSTIK.

Idenya adalah, Akustikan di dalem mobil.

Itulah Karkustik. Car dan Akustik. Terima kasih MINI Indonesia, akhirnya gue kesampean bikin Karkustik. Sesuai dengan rencana awal, gue mau ngajak Gofar Hilman, temen siaran (mantan partner siaran tepatnya), dan tamu yang paling santai kalo diajak, Anugrah Aditya. Alasannya? Satu orang, gitar, dan bisa ngomongin sneakers juga.

Terus terang target gue cuma 5000 views (cukup ambisius untuk content creator ber-subscribers sedikit kayak gue). Eh hari ini, 14 Juli 2016, semingguan lebih setelah video di-published, melewati 10K. Gue jadi berpikir, dari komponen di bawah, kalo sesuai urutan, faktor apa yang bikin video ini “lebih baik” dari video lainnya?

– Musik Akustiknya?
– MINI Cooper-nya?
– Gofar-nya?
– Gue-nya?
– Produksinya yang niat?
– Cross posting socmed?
– Trailernya?
– atau apa?

Comment boleh banget, share videonya kalo emang suka, siapa tau ada yang mau sponsorin untuk lanjut? Gimana, video ini termasuk “ikut2an” James Corder Carpool Karaoke gak?

Daripada ngebahas siapa  yang lebih duluan atau siapa yang lebih bagus, mendingan pergi berkarya

So Long, Good Morning Hardrockers Show (Videos)

Leaving a show is one thing, but leaving a building is another thing.

1 year in the morning show.
4 years in the afternoon show.
2 years in any other shows.
7 years of high times.

It is time, for me to take a step back, to go forward. Thank you all. Again, leaving a show is one thing, but leaving a building is another thing. It’s not just goodbye to GMHR, but goodbye to Hardrock FM. For those who is wandering where am I going to broadcast next, I’m taking months off. Until September. 🙂

 

Terima Kasih Gofar

Seminggu lebih, gak upload video karena komputer hardisknya lagi error, ada kemungkinan data 850GB hilang semua (amit-amit mudah2an gak kejadian). 850GB cuy, kerjaan, foto liburan, video liburan dalam 4 tahun terakhir semuanya ada di situ. Ada sih beberapa yang udah di-backup di tempat lain.

Seminggu lebih, pensiun dari Good Morning Hardrockers Show di Hardrock FM. Ini yang paling berasa. Apalagi dibikinin video sama Gofar “pergijauh” Hilman, yang adalah partner siaran terbaik sejauh ini. Ya, gue masih berhutang untuk bercerita apa yang terjadi sama GMHR, dan hidup gue setelah siaran di GMHR.

Sementara nunggu komputer selesai, mari saksikan video persembahan adek Gofar, dari Desa Nanggewer (tempat nyokapnya).

Dear Blog, I Am Sorry

Dear blog, my blog to be exact.

Sorry I’ve been neglecting you for more than 3 months. I’ve been too busy, having fun with my YouTube posts. I know, I should’ve cross post my videos through you. I’m sorry for that.

Yes, I am also sorry that I didn’t notice that you’ve been offline for quite some time, malware? Luckily I have some friends to work things out with you, and now you’re back online!

No. I will not leave you behind, I have tons of plans. For now, let me post this…err…post. And leave you with the latest video post.

Andirdor, Las Vegas dan CES 2016

Menutup 2015 dengan ikutan Astronaut Training Experience di NASA, Orlando menjadi satu highlight dalam hidup gue. Gak berenti di situ, Alhamdulillah, gue diijinkan untuk memulai 2016 dengan sesuatu yang gak kalah seru.

I started 2016 with a big bang!

Sebut saja @sheggario, yang me-refer nama gue dan Pandji ke Lenovo. Akhirnya gue berangkat dalam misi mencoret satu list dari bucket list, yaitu pergi ke salah satu pameran elektronik terbesar tahunan di dunia, Consumer Electronic Show 2016 di Las Vegas. Perjalanan yang cukup jauh, mengingat gue, Pandji, mas Eri (Lenovo), Erry (infokomputer), Kris (yangcanggih.com) dan Takai (kompas.com) harus terbang dari Jakarta – Abu Dhabi – New York – Las Vegas. Belum lagi rasa berat meninggalkan Deasy dan Isla yang lagi libur sekolah, ya untung banget punya keluarga yang justru mengijinkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Ya. Belakangan ini gue lebih banyak medokumentasikan banyak hal lewat video, lewat video blog. Karena merasa bukan penulis yang baik dan mudah dimengerti, akhirnya gue memilih jalan itu. Vegas trip ini terekam menjadi banyak bagian.

Banyak yang gue temukan di perjalanan kali ini. Dari perjalanan yang melelahkan tapi rewarding, bertemu dengan orang-orang keren dari Lenovo, melihat produk-produk yang menggiurkan dari Lenovo, juga dari exhibitor lainnya, nonton Cirque du Soleil, kedinginan di Las Vegas, melihat salju pertama kali secara langsung di Grand Canyon, sampe ketinggalan pesawat pulang ke Indonesia.

Great Company Culture = Good Products

Bikin produk canggih itu satu hal, tapi bikin produk super keren itu jauh lebih susah. Pengetahuan gue tentang Lenovo sangat minim, tapi di akhir trip ini gue mendapatkan fakta bahwa semua produk Lenovo itu hadir dari company culture yang keren. Setiap orang Lenovo yang gue temuin dan dengerin keynotenya, memiliki semangat yang sama. Creative, consumer driven, dan innovative. Tidak melupakan bahwa Lenovo ini adalah perusahaan yang mengakuisisi IBM dan Motorola (yang sekarang namanya tinggal Moto doang).

Ngeces di CES

Belum lagi fakta di mana gue mendapatkan kesempatan pertama megang-megangin product line Lenovo untuk 2016. Hampir semua produknya menggiurkan, bikin ngeces. Dari lini ThinkPad X1 (carbon, yoga, tablet, all-in-one desktop), Yoga 900S (liat watchband hinge nya yang keren banget), tablet lineupnya yang keceh (terutama tab 3 pro, yang ada build in projector-nya), telpon/tablet Phablet, Lenovo Vibe X3, Vibe S1, Moto360, Moto360 Sport, dan Moto X Force yang shattered proof. Ngeces ces ces.

Blog ini akan terus gue update perlahan dengan video dan foto-foto dari Vegas trip kemaren, tapi sebagian besar video bisa liat di ANDIRDOR VLOG.

(Foto dari Lenovo)

Jakarta, Teror, Hoax dan Polisi Ganteng

Jakarta, Kamis 14 Januari 2016. Jam 10.30 pagi, Jakarta kembali dibangunkan. 7 ledakan bom skala kecil dan aksi baku tembak terjadi persisi di depan gedung tempat gue bekerja. Korban berjatuhan, muncul kepanikan, dan rasa ketakutan yang meningkat. Ya tentu, gue berduka untuk mereka yang jatuh menjadi korban di pagi itu, rasa empati berlipat gak bisa gue sampaikan dengan kata-kata. Namun di balik semua itu, ada satu hal luar biasa yang gue rasakan baik di depan mata, ataupun di sosial media, entah karena sudah “terbiasa” diteror, atau tidak peduli, namun rasa takut yang dihasilkan kejadian pagi itu, tidak terlalu besar, dan tidak berlangsung lama.

Read More

Ngantri? Ngapain ngantri.

Bukan berarti gue ngajakin yang lain buat nyerobot yak. Maksud gue di sini, kalo gak harus ngantri, ya gak usah ngantri. Mau antri apa sik? H&M x Balmain? Ngucapin Balmain aja belom tentu bener kok (permasalahan kecil yang dibesar-besarkan belakangan ini, ya palingan karena sirik aja gak kebagian).

Read More

Directing Glenn Fredly’s MV, Perempuanku

Sebagai sutradara, ini bukan music video pertama yang gue kerjain. Tapi ini Glenn Fredly, ya jelas beda. Gue ‘gak akan bisa ngulang ekspresi muka gue ketika diajakin Jozz Felix dan Dinda Kamil untuk nge-direct video Glenn “Perempuanku”. Sebenernya konsep awal mau digabungin sama motion graphic, tapi seiring jalan akhirnya dibiarkan “clean”.

Me? Directing Glenn Fredly’s MV, who would’ve thought about this back in the 90s?

Bisa dibilang ini kali pertama gue ngerjain music video di dalem studio, 5 dancers dengan 2 wardrobe, Glenn Fredly dengan 3 wardrobe, dan Yacko dengan 2 wardrobe. Sekali lagi, terima kasih ke Glenn Fredly (yang sabarnya setengah mati, dan koperatif!) dan manajemen, Jozz Felix + Dinda Kamil, Alain, Yosa, Wiki, dan semuanya yang terlibat di pembuatan video ini. Foto-fotonya pake kamera apa? Sony A6000.

Do you like the song? I’ll put this one in my portfolio folder, under video directing.

Once you (online) shop, you can’t stop. Well I can’t.

Online shop, olshop, atau apapun itu mereka sebut. Udah jadi salah satu habit baru yang kekinian. Di Jakarta. menurut gue definisi Outcast itu udah berubah jadi, “orang yang belom pernah belanja online”. Setidaknya di sekeliling gue ya, pasti 9 di antara 10 udah pernah punya pengalaman belanja online, atau paling gak, dibantuin temen (yha, ngaku aja lo, gaptek, tapi ngaku’nya males).

“Gue udah add to cart, tinggal check out”

Read More

New York, New York. On saddle.

“These vagabond shoes, are longing to stray
Right through the very heart of it, New York, New York”

Mendengarkan lagu Frank Sinatra “New York, New York” ketika pesawat mau mendarat di JFK. Semacam list di dalam bucket list gue yang harus dituntaskan. Karena gue inget banget, almarhum bokap pernah cerita kalo dia

Read More