HP Spectre X360 2017: First Impression

Manusia itu banyak maunya! Dikasih komputer yang gede, kemudian minta yang bisa ditaro di atas meja. Dikasih yang bisa ditaro di atas meja, kemudian minta yang bisa dibawa di dalam tas. Dikasih layar besar, kemudian minta yang layarnya compact. Dikasih layar yang compact, kemudian minta yang layarnya bisa disentuh. Dikasih komputer berlayar compact, bisa disentuh, kemudian minta yang bisa diputer gonta-ganti mode.

DSC06750

Bener kan? Manusia itu banyak maunya!

Hari ini gue dapet kesempatan hands on experience sama salah satu convertible laptop terbaru dari HP, tapi sebelom gue ngomong lebih jauh ada baiknya kita satukan pendapat dulu. Ngomongin apapun, setiap orang punya preferensi atau idealisme yang berbeda-beda. Komputer selengkap dan secanggih apapun, pasti masih ada kekurangannya kalo dicari (apalagi pasangan, eaaa). Gimana kalo kita mulai dari apa yang kita butuhin dulu, yang berhubungan dengan laptop ya, bukan pasangan (eaaa lagi).

DSC06763

This is a hands on, first impression, not a review.

Gue butuh laptop buat ngedit video on-the-go, yang nyaman. Gue butuh laptop buat browsing, ngetik-ngetik (invoice terutama), dan yang bisa ngasih pengalaman entertainment yang di atas rata-rata. It doesn’t need to be a top notch gaming computer, but it surely needs to be fast in graphic area. Fast enough to handle my high definition footages, which sometimes can be in 4K resolution. Kan bener, gue banyak mau. Technically speaking, gue butuh paling nggak komputer berprosesor terbaru, RAM yang tinggi biar render video bisa lebih cepet, koneksi peripherals yang cepat (USB-C, paling nggak) tanpa melupakan USB A 3 (untuk akses external hd, printer dan lainnya).

DSC06782

Let’s take a look at HP Spectre X360 2017.

Harus disebut dengan embel-embel 2017-nya, Karena ini ada versi yang berbeda dari Spectre X360 sebelumnya. Bedanya di mana? Cukup banyak! Tapi balik lagi, boleh gue jawab kebutuhan gue dulu? Model Spectre terbaru ini menjawab semua kebutuhan gue di atas.

– Processor 7th gen Intel Core i5 atau Core I7
– Layar sentuh 13,3″ Full HD IPS Display. Bahkan ada pilihan layar UHD untuk tipe yang paling canggih, bahasa canggihnya, laptop convertible, layar 4K!
– RAM up to 16MB, checked!
– Graphic processor intel on board dideasin khusus untuk convertible laptop
– PCIe SSD storage (fastest, by far). Versi paling pol, kapasitasnya 1TB, yang konon katanya (jangan dibalik), baru HP yang punya.
– 1 USB 3 Port, 2 USB-C, dan Thunderbold! (dulunya eksklusif di merk tertentu, sekarang ada di laptop windows!)

DSC06773

Yes, Thunderbold! Dengan kecepatan data transfer 40Gb/sec, artinya kita bisa mengakomodir storage yang jauh lebih besar dengan akses yang lebih cepat. Sederhananya, footage-footage video yang akan gue edit, gak harus berada di dalam SSD laptop. Tinggal colokin external HD yang pake koneksi thunderbold, dor dor dor, storage problem solved. Thunderbold gak berenti sampai situ, masih banyak peripherals lainnya yang bisa pake keuntungan high speed data transfer ini (andaikan transferan duit sekenceng koneksi thunderbold. Lah curhat).

DSC06748 DSC06754

Buat video aja cepet, apalagi buat ngetik-ngetik doang.

Bukan berarti makalah, skripsi bisa lebih cepet selesai ya, itu mah balik lagi ke kitanya. Nah karena kebutuhan utama sudah terjawab, mari kita lihat apalagi yang jadi poin menarik di HP Spectre X360. Desain convertible yang semakin mantep, karena hinge (engsel) nya terbuat dari bahan aluminium, lebih awet. Buat gue sendiri sih yang kepake cuma 2 mode: laptop, dan tablet. Hampir nggak pernah ngeliat orang ngebuka convertible laptop dalam mode tent. Ya tapi balik lagi, semakin banyak opsi, semakin menyenangkan buat orang-orang yang be’em (banyak mau) seperti gue. Ada logo Bang & Olufsen. Seperti kita tau, HP dan B&O udah collab lumayan lama. Di Spectre X360 2017 ini, B&O memasang bukan 2, tapi 4 speaker di sekeliling aluminum body-nya. 2 di atas, dan 2 di bawah. Kenapa? Biar sound experience nya optimal dalam semua mode laptop. Walaupun gue lenbih sering nonton series menggunakan headphone ya, tapi sekali lagi, fitur ini sangat berguna kalo ada yang mau nobar kecil-kecilan di kamar, sama pasangan misalnya (itu pun kalo ada, dor).

DSC06802

Layar? Besar tapi terlihat kecil, kecil tapi terlihat besar. Bingung nggak? Sama. Kurang lebih gini. Karena bezel HP Spectre X360 2017 lebih tipis dibandingin sama yang sebelumnya. Layar 13,3” (yang sama) terasa lebih lapang.

Free stylus! Bisa buat gambar!

Setiap pembelian HP Spectre X360 2017, dapet asesoris yang sangat berguna, yaitu manual book!!! Nggak deng, itu sih pasti. Ada beberapa asesoris tambahan seperti; HDMI converter sampai stylus. Stylus bukan sembarang stylus, bukan stylus 100rb-an yang bisa dibeli di Ratu Plaza (yang ujungnya karet atau potongan gabus). Stylus yang dikasih secara cuma-cuma ini harganya $60 (bila dijual terpisah). Responnya cepet, intuitive, 2048 degree pressure sensitive dan palm rejection-nya kece (artinya kita bisa taro tangan kita di atas layar, tanpa harus takut layer ngedeteksi tangan kita sebagai input gambar). Screen capture, kasih note pake stylus, sangatlah gampang. Cocok buat editor, art director, revisi, atau sekedar bikin meme (pake stylusnya buat ngecrop foto temen, semakin gampang!). Oh, hampir lupa bilang, model yang baru ini, cuma butuh waktu charge 30 menit, dari 0 ke 50%.

DSC06756

Charge 30 menit, untuk isi 50% baterai!

Sekali lagi. Ini Cuma hands on, bukan review. Dari sisi desain produk, HP Spectre X360 2017 ini sangatlah well-designed, tipis 13,79mm, dan berat 1,3kg. Bentuk cantiknya juga berbeda dibanding convertible laptop sejenis yang juga nggak kalah kece. Kayak bandingin Mariana Renata sama Nadia Hutagalung lah. Sama-sama cantik, tapi salah satunya, begitu ngeliat langsung sayang.

DSC06770 DSC06776

Baiklah, gue akan mencoba untuk meringkas, kenapa HP Spectre X360 2017 ini patut diptertimbangkan.

Desain tipis dan enteng  yang kece. USB3, USB-C, Thunderbolt. Convertible laptop. 7th generation Intel Core processors.  Layar yang cemerlang, HD bahkan 4K. Dapet stylus canggih. Storage tercepat dan terdepan. Kece kalo dibawa ke manapun. Brandnya, HP. Udah, kelar!

Of course, luxury comes with a price tag. Kalo liat gambar aja masih kurang meyakinkan, coba cari demonya, hands-on sebentar, dan price tag itu akan menjadi sangat reasonable. Starts from 17 juta’an! Favorit gue sih warna yang ini, pinggirnya “ke’emasan”. What do you think? Lebih jelasnya, liat di web HP. (Foto: Jozz Felix)

DSC06742

Morning Coffee Mokapot

“Morning Coffee Mokapot” is a shot video I made with minimal tools. A Lumix GX7 camera handheld, tripod, and edited using iMovie on my iPhone. All the tools you need are there, you just need to get on to it.