Andirdor, Las Vegas dan CES 2016

Menutup 2015 dengan ikutan Astronaut Training Experience di NASA, Orlando menjadi satu highlight dalam hidup gue. Gak berenti di situ, Alhamdulillah, gue diijinkan untuk memulai 2016 dengan sesuatu yang gak kalah seru.

I started 2016 with a big bang!

Sebut saja @sheggario, yang me-refer nama gue dan Pandji ke Lenovo. Akhirnya gue berangkat dalam misi mencoret satu list dari bucket list, yaitu pergi ke salah satu pameran elektronik terbesar tahunan di dunia, Consumer Electronic Show 2016 di Las Vegas. Perjalanan yang cukup jauh, mengingat gue, Pandji, mas Eri (Lenovo), Erry (infokomputer), Kris (yangcanggih.com) dan Takai (kompas.com) harus terbang dari Jakarta – Abu Dhabi – New York – Las Vegas. Belum lagi rasa berat meninggalkan Deasy dan Isla yang lagi libur sekolah, ya untung banget punya keluarga yang justru mengijinkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Ya. Belakangan ini gue lebih banyak medokumentasikan banyak hal lewat video, lewat video blog. Karena merasa bukan penulis yang baik dan mudah dimengerti, akhirnya gue memilih jalan itu. Vegas trip ini terekam menjadi banyak bagian.

Banyak yang gue temukan di perjalanan kali ini. Dari perjalanan yang melelahkan tapi rewarding, bertemu dengan orang-orang keren dari Lenovo, melihat produk-produk yang menggiurkan dari Lenovo, juga dari exhibitor lainnya, nonton Cirque du Soleil, kedinginan di Las Vegas, melihat salju pertama kali secara langsung di Grand Canyon, sampe ketinggalan pesawat pulang ke Indonesia.

Great Company Culture = Good Products

Bikin produk canggih itu satu hal, tapi bikin produk super keren itu jauh lebih susah. Pengetahuan gue tentang Lenovo sangat minim, tapi di akhir trip ini gue mendapatkan fakta bahwa semua produk Lenovo itu hadir dari company culture yang keren. Setiap orang Lenovo yang gue temuin dan dengerin keynotenya, memiliki semangat yang sama. Creative, consumer driven, dan innovative. Tidak melupakan bahwa Lenovo ini adalah perusahaan yang mengakuisisi IBM dan Motorola (yang sekarang namanya tinggal Moto doang).

Ngeces di CES

Belum lagi fakta di mana gue mendapatkan kesempatan pertama megang-megangin product line Lenovo untuk 2016. Hampir semua produknya menggiurkan, bikin ngeces. Dari lini ThinkPad X1 (carbon, yoga, tablet, all-in-one desktop), Yoga 900S (liat watchband hinge nya yang keren banget), tablet lineupnya yang keceh (terutama tab 3 pro, yang ada build in projector-nya), telpon/tablet Phablet, Lenovo Vibe X3, Vibe S1, Moto360, Moto360 Sport, dan Moto X Force yang shattered proof. Ngeces ces ces.

Blog ini akan terus gue update perlahan dengan video dan foto-foto dari Vegas trip kemaren, tapi sebagian besar video bisa liat di ANDIRDOR VLOG.

(Foto dari Lenovo)

Once you (online) shop, you can’t stop. Well I can’t.

Online shop, olshop, atau apapun itu mereka sebut. Udah jadi salah satu habit baru yang kekinian. Di Jakarta. menurut gue definisi Outcast itu udah berubah jadi, “orang yang belom pernah belanja online”. Setidaknya di sekeliling gue ya, pasti 9 di antara 10 udah pernah punya pengalaman belanja online, atau paling gak, dibantuin temen (yha, ngaku aja lo, gaptek, tapi ngaku’nya males).

“Gue udah add to cart, tinggal check out”

Read More

YouTube FanFest 2015, Singapore

Yea! Got myself invited to go and see HP YouTube FanFest 2015 in Singapore, or at least some part of it. Barengan Ario Pratomo aka. @sheggario, kami berdua pergi ke Singapura di bulan Mei akhir kemarin (tidak tidur satu kamar, obviously). Selama ini Ario udah ngebantuin gue mengisi content di saveastv dengan program HelpDesk khas dia. Sebagai penikmat YouTube, bisa dibilang gue udah tumbuh ke tahap berikutnya, yang selama ini gue banggakan, yaitu content provider. Haruskah gue bangga, ketika gue sampe ke YouTube FanFest 2015? Justru kebalikannya, gue menciut.

Read More

Directing. The Interrogation: Project R5

Here’s the latest video directing gig I did for SaveAs Production. From the storyline, script, screenplay, to directing.

Title: The Interrogation: Project R5
Producer: Save As Production
Director: Andira Pramanta
Director of Photography: Jozz Felix
Editor: Shani Budi
Bestman: Herman
Cast: Ario Pratomo – The Agent, Andira Pramanta – The Interrogator

Nomad Carabiner Cable, Cablebiner?

A good friend in cycling, design and in-betweens gave me this oddly shaped carabiner. We don’t climb, but we are both fans of great useful products. Nomad turns out to be a USB-Lightning port “cable” that hidden into each edge of the carabiner. It’s an Apple MFi Certified product, which means it just works on the iDevices.

  

  

  

Subtle. Useful. Well designed. Tho we couldnt really mount keys on it, except ones with big loops. 

You mad? No Mad 🙂

Thanks Kevin of LifeBehindBars.

Akhirnya, Internet Masuk Rumah

Bagaikan listrik masuk desa. Setelah tinggal di rumah ini selama 4 tahun, akhirnya kompleks rumah gue kebagian jalur internet cable. Dari mana lagi kalau bukan First Media. Jadi selama ini internet pake apaan? Pernah pake Sitra wimax, bangkrut. Pake smartfren, beli paketan mulu. Paling decent, ya pake bolt, untuk urusan koneksi juara, tapi sama kasusnya kayak smartfren, tidak tersedia paket unlimited. Telkom speedy? Review dari ruma-rumah sebelah kurang baik.

Akhirnya di rumah gue tersedia internet berkecepatan up to 12 Mbps. Modemnya yang disediakan pun sudah ada fitur wi-fi. Yang sayangnya, hanya mencakup lantai bawah saja (di gambar, posisi modem ada di lantai bawah, dekat tv).

Read More

Lightning cable, oh Lightning cable

Umur lightning cable itu lebih pendek daripada umur jagung. Kalo nggak rusak, ya ilang duluan. Harganya juga gak murah, yang original itu $19. Itu pun yang panjangnya 1 meter, kesian orang yang butuh kabel panjang, kalo aja colokannya di monas, rumahnya di Bintaro (mi-sal-nya). Tapi konon katanya (jangan dibalik), saking majunya Bintaro, kami hanya butuh waktu 15 menit untuk nge-charge handphone sampe full. Gak percaya? sama.

Balik lagi soal lightning cable yang gak murah dan tak berumur panjang. Sebenernya banyak sih jual lightning cable yang abal-abal, KW super, dan cumi…cuma mirip. Harganya mungkin dari 75,000 sampe 100,000 an. Tapi ya gitu, kadang mau, kadang gak (kayak pacar yang lagi ambekan). Kadang bisa nge-charge doang, tapi gak bisa buat sync data. Rusaknya juga lebih cepet. Mau coba servis kabel yang rusak? Ijinkan gue menghemat waktu lo, gak usah repot-repot. Gue pernah sok2an MacGyver betulin itu kabel, hasilnya, per-cu-ma.

Apakah gue harus masukin Lightning Cable ke ABPD?

Anggaran Belanja Padahal Duitnya butuh buat yang lain. Gak perlu. Perkenalkan kabel micro USB. Kabel “sejuta umat” yang sering ditemukan di segala macam device masa kini. Beli powerbank, dapet microUSB. Beli Pen tablet, dapet microUSB. Beli Android phone, dapet microUSB. Beli modem Bolt, dapet microUSB. microUSB adalah standard kabel yang paling umum dan banyak dipakai banyak device. Harga kabel microUSB yang bagus juga gak mahal-mahal amat.

“TA..TA…TAPI kan gue butuhnya Lightning Cable, NDIRRR”

Iya. Sabar dulu. Kenalin satu lagi namanya “microUSB-lighting adapter”. Kebetulan merk yang gue punya adalah capdase, harganya sama seperti lightning cable yang original, 200 ribuan. Adapter ini dipasangkan di microUSB, kemudian kabel tersebut berubah menjadi lightning cable. Kalo kabelnya rusak lagi gimana ndir? Yang rusak kan kabelnya? bukan adapternya. Tinggal cari lagi kabel microUSB, terus pasang lagi deh.

Cable kit ini berguna. Bisa buat nge-charge iPad dan iPhone yang menggunakan lightning port, dan bisa nge-charge powerbank ketika adapternya dicopot. Tenang aja, tidak seperti halnya kondom, adapter ini bisa berulang kali dilepas-pasang.

(((kondom)))

Belanja Online Anti Mainstream

Punya balance di dalam account Paypal itu berbahaya. Biasanya langsung buka browser tab di sebelahnya; amazon, eBay, toko-toko online dan lainnya.

Tapi waktu itu sedikit berbeda.

Read More