Back At Work!

Sudah cukup lama tidak post di blog ini. Kenapa? Ya  jujur aja, kepingin ditutup sayang, kepingin diisi, suka bingung. Tapi kebanyakan karena 3 bulan ini lagi ngerjain sesuatu yang baru.

Iya. Andira kembali bekerja kantoran. Terakhir kali kerja kantoran bisa dibilang 10 tahun lebih yang lalu. Kerja jadi penyiar tidak dihitung ya, ini kerjaan “9 to 5”, bukan band, tapi dari jam 9 sampe jam 5…well jam 6 sih tepatnya.

Kok gak siaran lagi ndor? Sebenernya sih masih suka kangen, tapi kali ini saya ingin menyelami profesi sebagai desain grafis. Rolenya? Creative Director. Nama tempat kerjanya? UnionSPACE. Sebuah co-working space. Nanti lain kali saya cerita lebih banyak soal pekerjaan ini. YouTube gimana? Sama nasibnya. Udah lama nggak bikin konten. Tapi sabar aja, saya masih tetep bikin konten buat kantor ini, juga bikin workshop sama Shani Budi dan Ario Pratomo. Berbagi ilmu tentang content creating.

Nah, ini adalah salah satu yang saya kerjain (ini juga karena di kantor belum um ada motion graphic artist). What do you think?

Ngikut-ngikutin James Corden?

Video di atas adalah salah satu video yang sukses dalam ukuran YouTube channel gue. Ngeditnya 6 jam lebih, pertama kali gue bikin pake teaser segala. Ini cerita dibalik episode tersebut.

Udah lama banget kepingin bikin episode dalam mobil, kendalanya di produksi:
1. Dulu kamera cuma punya satu
2. Kalo pun ada banyak, gak bisa mounting kamera ke jendela
3. Kalo pun kamera banyak, pencahayaan di dalem mobil kurang bagus (kecuali baris depan)
4. Kalo pun cahaya bagus, audionya gak rata (karena audio ngambil dari kamera)

Kemudian tambah patah hati ketika ngeliat Carpool Karaokenya James Corden, karena apa? Karena produksinya proper banget.

Ah ikut2an Carpool Karaoke!

Semua yang bikin konten di dalem mobil, pasti akan dibilang gitu. Begitulah biasanya komentar orang-orang yang kurang piknik (atau bisanya nyinyir doang, gak bisa bikin), walaupun konten yang plek ketiplek niru James Corden itu ada (nah kalo yang satu ini sih gue cuma bisa ketawa). Sejak carpool karaoke, banyak banget konten di dalem mobil yang bermunculan. Walaupun kalo di Jakarta, yang bikin vlog di dalem mobil, yang pertama gue tau itu @shanibudi, namanya VLOBIL (vlog di mobil).

Konsep dan Ide boleh sama, tapi eksekusi dan passion akan membuatnya berbeda

Camkan, Carpool Karaoke itu bukan yang pertama pake shooting dalam mobil, tapi dia yang tersukses saat ini. Ini balik lagi ke “when you want to do it, just do it”. Ketika kita ada ide, gak usah khawatir dicolong, karena pada akhirnya eksekusinya pasti berbeda. Dalam hal ini, KARKUSTIK.

Idenya adalah, Akustikan di dalem mobil.

Itulah Karkustik. Car dan Akustik. Terima kasih MINI Indonesia, akhirnya gue kesampean bikin Karkustik. Sesuai dengan rencana awal, gue mau ngajak Gofar Hilman, temen siaran (mantan partner siaran tepatnya), dan tamu yang paling santai kalo diajak, Anugrah Aditya. Alasannya? Satu orang, gitar, dan bisa ngomongin sneakers juga.

Terus terang target gue cuma 5000 views (cukup ambisius untuk content creator ber-subscribers sedikit kayak gue). Eh hari ini, 14 Juli 2016, semingguan lebih setelah video di-published, melewati 10K. Gue jadi berpikir, dari komponen di bawah, kalo sesuai urutan, faktor apa yang bikin video ini “lebih baik” dari video lainnya?

– Musik Akustiknya?
– MINI Cooper-nya?
– Gofar-nya?
– Gue-nya?
– Produksinya yang niat?
– Cross posting socmed?
– Trailernya?
– atau apa?

Comment boleh banget, share videonya kalo emang suka, siapa tau ada yang mau sponsorin untuk lanjut? Gimana, video ini termasuk “ikut2an” James Corder Carpool Karaoke gak?

Daripada ngebahas siapa  yang lebih duluan atau siapa yang lebih bagus, mendingan pergi berkarya

Terima Kasih Gofar

Seminggu lebih, gak upload video karena komputer hardisknya lagi error, ada kemungkinan data 850GB hilang semua (amit-amit mudah2an gak kejadian). 850GB cuy, kerjaan, foto liburan, video liburan dalam 4 tahun terakhir semuanya ada di situ. Ada sih beberapa yang udah di-backup di tempat lain.

Seminggu lebih, pensiun dari Good Morning Hardrockers Show di Hardrock FM. Ini yang paling berasa. Apalagi dibikinin video sama Gofar “pergijauh” Hilman, yang adalah partner siaran terbaik sejauh ini. Ya, gue masih berhutang untuk bercerita apa yang terjadi sama GMHR, dan hidup gue setelah siaran di GMHR.

Sementara nunggu komputer selesai, mari saksikan video persembahan adek Gofar, dari Desa Nanggewer (tempat nyokapnya).

Directing Glenn Fredly’s MV, Perempuanku

Sebagai sutradara, ini bukan music video pertama yang gue kerjain. Tapi ini Glenn Fredly, ya jelas beda. Gue ‘gak akan bisa ngulang ekspresi muka gue ketika diajakin Jozz Felix dan Dinda Kamil untuk nge-direct video Glenn “Perempuanku”. Sebenernya konsep awal mau digabungin sama motion graphic, tapi seiring jalan akhirnya dibiarkan “clean”.

Me? Directing Glenn Fredly’s MV, who would’ve thought about this back in the 90s?

Bisa dibilang ini kali pertama gue ngerjain music video di dalem studio, 5 dancers dengan 2 wardrobe, Glenn Fredly dengan 3 wardrobe, dan Yacko dengan 2 wardrobe. Sekali lagi, terima kasih ke Glenn Fredly (yang sabarnya setengah mati, dan koperatif!) dan manajemen, Jozz Felix + Dinda Kamil, Alain, Yosa, Wiki, dan semuanya yang terlibat di pembuatan video ini. Foto-fotonya pake kamera apa? Sony A6000.

Do you like the song? I’ll put this one in my portfolio folder, under video directing.

Morning Coffee Mokapot

“Morning Coffee Mokapot” is a shot video I made with minimal tools. A Lumix GX7 camera handheld, tripod, and edited using iMovie on my iPhone. All the tools you need are there, you just need to get on to it.