Cabe keriting, Kol dan Wortel tanpa Daun #KarenaRadio

Selamat Hari Radio Nasional.

Gak sengaja ngeliat hashtag #KarenaRadio di twitter, gue tiba-tiba jadi kepingin bersyukur sedikit, terutama tentang hidup gue yang bersinggungan dengan radio. Mungkin sebagian besar ada yang kenal gue waktu siaran di Good Morning Hardrockers Show di Hardrock FM, atau mungkin lebih jauh dari itu. Postingan ini juga bertujuan untuk melatih memori gue tentang tumbuh-kembang gue di dunia radio (yes, ini buat lo ndir, di kemudian hari semisalnya lupa kalo lo pernah jadi penyiar).

Gue dan radio, diperkenalkan oleh kakak-kakak gue yang suka banget dengerin radio Suara Kejayaan, di tahun 80-an. Ada cerita horor, ada lawakan. Gue inget banget pernah nangis karena dikunciin di kamar sama kakak-kakak gue yang iseng, sambil diputerin radio pas malem Jum’at. Padahal, tinggal matiin doang radionya. Kemudian berkenalan dengan cabe keriting, kol, dan wortel tanpa daun di radio RRI. Siapa lagi kalo bukan bokap yang memperkenalkan. Lalu gue kenalan dengan Mantili, Raden Samba, dan Lasmini dalam sandiwara radio yang sering dipasang ketika pembantu rumah tangga gue lagi nyetrika. Kemudian semuanya berlanjut dari situ; PSP, Warkop, Bagito, Sersan Prambors, dan seterusnya.

Itu semua awal kecintaan gue terhadap produksi audio.

Kawula muda dan wadyabala. Beranjak labil, kuping gue nyangkut di Prambors. 10 tahun lebih, pergi dan kembali, gue akrab dengan Prambors. Irfan dan Angga, Venna, Pak Ayam, Dagienkz dan Desta, Warman, David Naif, Imam Wibowo dan lainnya. Bahkan gue pernah punya grup acapella yang perform di Tenda Mangkal (kolam renang Pondok Indah). Gak cuma penyiar, gue dapet kesempatan berkenalan dengan produser, operator, dan semua lini yang tak berhubungan langsung (dan percaya sama gue, beberapa masih ada yang berteman sampe detik ini). Karena dulu gue pernah nge-DJ di bawah inFlight entertainment, 1997-2004, gue pernah bantu sebuah program bernama … njir, gue lupa namanya apa  Groovism. Pokoknya dulu gue gotong-gotong CDJ ke ruangan siaran di Jalan Borobudur.

Alasan yang sama membuat kuping gue mulai terikat sama Hardrock FM, terutama Paranoia, Party at No Limitation! Progam wajib buat para DJ waktu itu. Untuk beberapa tahun gue juga sempat mendengarkan Triple J sewaktu kuliah di Melbourne. Kemudian datang saatnya.

“Ndir, lo mau siaran di Hardrock FM?” – DJ NOXX

Itu pertanyaaan dari Wisnoe Anindito, alias DJ NOXX, salah satu bos gue di MTV Trax Magazine. Yak, dulu gue magang dan bekerja sebagai desainer grafis di majalah tersebut. Noxx, atau mas Noe, waktu itu adalah penyiar Paranoia di Hardrock FM. “Mau lah” jawab gue. “Lo gak bisa siaran di Hardrock FM dengan suara cempreng kayak gitu”.

1916680_340466006628_4966710_n-1
MTV Trax Design Division
MTV Trax Family
MTV Trax Family

Drop. Yaudah. Gak papa. Toh gue lagi seneng-senengnya jadi desainer grafis. Sambil dengerin Indy-Farhan, Malam-Malam Siaran, dan Kuis Radio Cing! Sering banget gue berurusan sama radio-radio di bawah MRA BMD, sewaktu kerja di majalah. Terutama di acara MTV 3some, kolaborasi majalah, radio dan MTV Indonesia di Senayan. Masih berstatus DJ, tiba-tiba gue dapet tawaran dari seorang teman lama, yang ingin membuat sebuah program sejenis Paranoia di radio lain.

Radio itu bernama, 94.6 U-FM.

Gue dan Agus Firmansyah (sahabat dari SMA kelas 1, inFlight entertainment juga) akhirnya menggawangi Clubbaheads, yang diproduseri oleh Andi Faisal, yang merupakan produser pertama Paranoia di Hardrock FM. Siaran setiap malam minggu, kesian ya? Banyak banget yang gue dapet dari UFM, mereka percaya bahwa yang namanya vokal gue (cempreng) masih bisa dilatih lebih tebal, dan mereka narik gue sama Agus karena kami dekat dengan dunia electronic music, dan karakter kami yang kuat.

UFM Family
UFM Family
ufm
94.6 UFM

Perlu diingat, waktu itu UFM adalah milik perusahaan besar bernama 5-a-sec, yang merupakan head-to-headnya radio Prambors p[ada masa itu. Femina Group datang dan membeli radio tersebut, kemudian menjadi radio perempuan (bisa dibilang lawannya Cosmopolitan FM).  Atas sara Geronimo Bosha PD U-FM pada waktu itu, dan Arif Tirtosudiro, music director (yang gue kenal dari jaman Prambors)  Clubbaheads pun berubah menjadi Mambo Jambo. Mambo Jambo adalah sebuah program yang memasang musik anthem dari masa ke masa, kebanyakan 90an. Ada malamnya kita masang lagu Hip Hop Rap 90an, new wave 80an, Michael Jackson, Aqua, Chumbawamba, Spice Girls sampe Bening “Ada Cinta”. Sesekali juga bikin acara off air, di mana kita berdua (gue dan Agus), ngedije bawain lagu-lagu yang sama. Inget aringkingking? Nah itu salah satunya.

2006, gue mundur dari dunia radio (1)

2003-2006 di UFM, 3 tahun, akhirnya gue memisahkan diri dengan UFM. Dikarenakan gue harus kembali ke Melbourne untuk ngambil post-diploma course selama setahun. Isla lahir 2007, dan saat itu gak pernah kepikiran untuk kembali ke dunia radio. Sampai akhirnya gue kembali di Jakarta, dan dapet kerjaan sebagai, pupeteer. Pada 2008, yang lagi “megang” banget waktu itu adalah Stendji, Steny Agustaf dan Pandji Pragiwaksono. Mereka berdua adalah temen pupeteer gue di acara bernama “Star Kids” di AnTeve, barengan host lainnya, Asty Ananta.

starkids
Starkids? Ya iyalaaah!

Pandji yang adalah temen SD gue (dulu dia lebih pendek dari gue, sumpah!), dan Steny adalah dua mentor gue soal tektokan.

“Ndir, lo masih kepingin siaran gak?” – Pandji Pragiwaksono

Hardrock FM lagi mencari penyiar-penyiar baru waktu itu, by referral, Pandji memasukkan nama gue dalam list, dan mulai hari ini di tahun 2008, gue menjadi trainee di Hardrock FM. Satu batch bersama Ucita Pohan, MC DRWE (host Paranoia), Rach (sekarang ikutan Amazing Race 5 tuh), Gamila (nya Pandji), Tiara, Teddy, JFlow dan lainnya. Singkat cerita akhirnya gue masuk, dan next time gue akan cerita soal perjalanan kehidupan penyiar di Hardrock FM yang penuh dengan intrik! (azek), termasuk bagaimana akhirnya gue end up di prime time sore dan pagi, gonta ganti partner, dan bisa interview jagoan masa lalu, yaitu Fatboy Slim. Nanti bersambung, di lain waktu. Bagaimana dengan kamu? Pasti punya cerita yang berhubungan dengan radio, silahkan komen dengan awalan kalimat “Karena Radio…”

hrfm-training
Trainees HRFM 2009

201250_10150122738274080_2721235_o

Selamat Hari Radio Nasional 2016!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *