Akhirnya, Internet Masuk Rumah

Bagaikan listrik masuk desa. Setelah tinggal di rumah ini selama 4 tahun, akhirnya kompleks rumah gue kebagian jalur internet cable. Dari mana lagi kalau bukan First Media. Jadi selama ini internet pake apaan? Pernah pake Sitra wimax, bangkrut. Pake smartfren, beli paketan mulu. Paling decent, ya pake bolt, untuk urusan koneksi juara, tapi sama kasusnya kayak smartfren, tidak tersedia paket unlimited. Telkom speedy? Review dari ruma-rumah sebelah kurang baik.

Akhirnya di rumah gue tersedia internet berkecepatan up to 12 Mbps. Modemnya yang disediakan pun sudah ada fitur wi-fi. Yang sayangnya, hanya mencakup lantai bawah saja (di gambar, posisi modem ada di lantai bawah, dekat tv).

Beli wifi extender, ndir!

Oyoy, gue beli lah wifi extender, pasang di lantai atas. Sukses, walaupun kecepatan ngedrop, dan hanya mencakupi daerah meja kerja doang. Nggak, nggak sampe ke kamar. Kemudian di situ saya jungkir balik lagi. Sampai saatnya @sheggario memberikan opsi baru, yaitu powerline adapter. #barutau banget nih, ada yang namanya powerline extender. Jadi wired network, tapi gak harus beli kabel-kabel lagi, karena sistemnya pake colokan listrik.

Jadi sistemnya kurang lebih gini. Dari modem utama, dihubungkan dengan network cable, ke UNIT NO 1, semacam sender. Si UNIT NO 1 ini kemudian dicolokkan ke power outlet. Kemudian di lantai atas, fig. 2, adalah UNIT NO 2, bertindak sebagai receiver. Terpasang ke power outlet di ruang kerja. Nah bedanya dengan UNIT NO 1, si NO 2 ini mempunyai fitur wifi (dan ethernet port option). Begitu juga dengan UNIT NO 3, fig. 3, berfungsi sebagai receiver dan menyediakan koneksi dalam bentuk sinyal wifi.

Jangan-jangan kecepatannya berkurang. Ternyata tidak. Di lantai bawah, kalo lagi beruntung, gue bisa dapet stabil 10 Mbps. Ketika dicek di lantai 2, kecepatannya tetep sama, 9-10 Mbps. Setup sukses!

Keunggulan powerline adapter:

  • Bisa nembus tembok setebal apapun, yang penting power outlet berasal dari MCB yang sama. (termasuk nembus muka tembok)
  • Kecepatan stabil
  • Ada opsi wifi dan juga via LAN/ethernet
  • Setengah nirkabel. Gak ada kabel-kabel LAN yang sliweran di rumah, karena menggunakan power grid rumah
  • Harga untuk ke 3 unit, masih terjangkau. Total 1,3 juta-an.

Ini list hardware yang gue pake:

  • UNIT NO 1. TP LINK TL-PA 4010P
  • UNIT NO 2. TP LINK TL-WPA 4220
  • UNIT NO 3. TP LINK TL-WPA 4220

Seperti listrik masuk desa. Agak berlebih, tapi mungkin perasaannya sama.


5 Comments

  1. “Bisa nembus tembok setebal apapun, yang penting power outlet berasal dari PCB yang sama.”
    om mau tanya maksudnya power outletnya masih dari PCB yang sama kyk gimana ya?
    thanks om

    1. andiraa

      halo. maaf baru bales sekarang. maksudnya kurang lebih adalah, dari satu kotak sikring. kasarnya, gak bisa dari satu rumah, ke rumah tetangga (kecuali rumahnya di dalam satu gedung, dan nempel di satu box listrik).

  2. haloo, abis nonton vlog nya mas ario, ingin beli juga.
    mau tanya itu list hardware powerline extenderny gak terbalik yah..
    UNIT NO 1. TP LINK TL-PA 4010P
    UNIT NO 2. TP LINK TL-WPA 4220
    UNIT NO 3. TP LINK TL-WPA 4220

    bukannya harusnya PA4010 yg 2buah dan WPA4220 nya 1buah yg dipakai.

    maap klo salah. soal

    1. andiraa

      Bener kok. PA 4010P (powerline adapter) yang nempel sama modem via LAN cable.

      WPA 4220 (Wireless powerline adapter) yang dipakai sebagai wifi access di dua ruangan atas.

  3. Kalo 1 rmh, pasti bisa pke ini ya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *